Erlin, kamu memang idaman (bagian 3)

"Sejak pertama melihatmu, sebenarnya aku sudah tertarik lho sama kamu" kataku. "Ah, yang bohong" jawabnya bercanda. "Beneran, suer deh" jawabku. "Kamu itu nampak cantik anggun, sholikhah, pokoknya the best lah buatku" lanjutku merayunya. "Ah, jadi mau" jawabnya masih sambil terus bercanda. "Kamu mau enggak jadi pacarku" tanyaku kepadanya. "Ah, nggak mau ah kalau cuma pacaran, banyak godaannya tahu" jawabnya agak ketus. "Lha, terus mau kamu gimana"tanyaku. "Mau aku, kita sahabatan dulu, sambil mengenal satu sama lain. Nanti kalau memang kamu sudah mantap dan punya rezeki yang mapan, pinanglah aku ke rumah kedua orangtuaku" katanya dengan seriur. "Asiap bosku" jawabku sedikit bercanda. Dalam hati, aku berharap, semoga kelak benar dia jadi jodohku.

(Tamat)

Posting Komentar

0 Komentar