Cintaku bersemi di Pertashop (3)


Setelah berpamitan dengan Mas Fendi kakak Ana, keduanya segera bergegas menuju rumah Andi. Andi beralamat di desa Sukamaju 1 sedangkan mas Fendi kakak Ana bertempat di desa Sukamaju 2. Di jalan Andi berusaha mengajak ngobrol Ana. Sebenarnya ia deg deg gan. Baru pertamakali ini ia memboncengkan cewek cantik. Sebelumnya belum pernah. Begitu juga Ana. Sebelumnya ia belum pernah membonceng cowok. "Dik, kamu kalau bonceng aku ada yang marah tidak?" tanya Andi kepo. "Siapa yang marah kak, tadi kan sudah ijin sama mas Fendi" jawab Ana lugu. "Bukan begitu dik, maksudku teman dekat atau pacar?" selidik Andi sambil harap-harap cemas. "Oh itu, belum ada kak, aku masih jomblo" jawab Ana polos. "Yes" kata Andi gembira. "Yes apaan kak?" tanya Ana senyum menggoda. "Tidak apa-apa dik Ana, lupakan saja" jawab Andi berusaha menutupi kegugupannya.

Tidak berapa lama kemudian sampailah Andi ke rumah. "Pak, ini bensinnya, sudah aku belikan" kata Andi. "Ya nak, terimakasih"jawab pak Bangun. Pak Bangun agak heran dengan kehadiran Ana. "Ini siapa nak" tanya pak Bangun. "Oh, perkenalkan pak, ini teman saya, namanya Ana" jawab Andi. Anapun cepat tanggap. Ia segera mencium tangan pak Bangun sambil memperkenalkan diri. "Perkenalkan nama saya Ana paman" kata Ana memperkenalkan diri dengan sopan. "Oh, kamu namanya Ana ya, mari silahkan masuk kerumah, lebih enak kita mengobrol di ruang tamu" ajak pak Bangun. "Baik paman" jawab Ana. "Udah jangan panggil saya paman, tidak enak mendengarnya, panggil saja saya Pak" kata pak Bangun. "Baik Pak, terimakasih".

"Andi, tolong kamu panggilkan ibumu, ada tamu" kata pak Bangun. "Baik Pak" jawab Andi. Tidak berapa lama kemudian muncul ibu-ibu dari dalam rumah sambil membawa nampan berisi teh panas dan pisang goreng. Ibu Andi segera menyajikan isi nampan di atas meja.Melihat Bu Bangun, Ana segera beranjak memperkenalkan diri. "Ibu, kenalkan nama saya Ana, saya temannya kak Andi" kata Ana dengan sopan. "Oh, ini pilihanmu ya nak, ibu suka, sepertinya kamu anak baik" kata bu Bangun. "Maaf bu, kita baru teman, tapi kalau memang dik Ana mau, bisa dipertimbangkan" jawab Andi agak gugup sambil sedikit menggoda Ana. "Ah, kak Andi bisa saja" jawab Ana tersipu malu.

bersambung

Posting Komentar

0 Komentar